Tampilkan postingan dengan label Inventif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inventif. Tampilkan semua postingan

Aplikasi BIP alternatif pengganti layanan Whatsapp

Aplikasi chat BiP mendadak populer di dunia maya, setelah para pengguna WhatsApp mulai mencari alternatif lainnya. Pasalnya, semenjak WhatsApp mengumumkan kebijakan privasi baru yang akan berlaku mulai 15 Mei 2021 mendatang.

Para pengguna Whatsapp memprotes dan memilih mencari alternatif aplikasi pesan instan lainnya. Alasan privasi menjadi isu yang mencuat karena pengguna diminta persetujuannya untuk membagikan sebagian datanya yang akan digunakan oleh Facebook untuk menampilkan iklan.

Aplikasi BIP menjadi salah satu alternatifnya, sebagai platform komunikasi yang aman dan mudah digunakan yang tersedia secara gratis. Aplikasi ini dikembangkan oleh operator seluler asal Turki, Turkcell, sejak tahun 2013. Secara fantasis pengguna baru bertambah menggunakan aplikasi BiP. Saat ini digunakan lebih dari 50 juta dan menduduki top 2 aplikasi komunikasi.

Beberapa fitur BIP

  • Dapat melakukan panggilan suara dan video, berbagi gambar, video, dan lokasi mereka dengan pengguna lain
  • Panggilan video grup hingga 10 orang dengan layanan kualitas video lebih baik
  • Grup chat yang dapat diisi hingga 1.000 orang dan berlangganan berbagai channel
  • Pengiriman foto dan video dapat dilakukan tanpa pengkompresan atau file sesusai ukurannya
  • Dapat menerjemahkan pesan ke lebih dari 100 bahasa
  • Berbagi opsi penyesuaian, seperti fitur dark theme
  • Fitur tambahan mulai dari konten hiburan hingga prakiraan cuaca berdasarkan lokasi pengguna

Semua data BiP disimpan di pusat data Turkcell di Istanbul dan seluruh komunikasi pesan pada BiP menggunakan enkripsi TLS. Tidak ada pihak ketiga yang dapat mengakses dan membaca pesan dengan melakukan intervensi dalam sistem. Aplikasi BiP ini bisa digunakan di smartphone Android maupun iPhone. 

Tags Kumparan Kompas Bisnis

Pemanfaatan dan nilai ekonomis Minyak Jelantah

Limbah minyak goreng atau jelantah menjadi salah satu sumber pencemaran air sungai, mengakibatkan daya rusak terhadap ekosistem perairan jika dibuang di genangan atau aliran air. Kandungan zatnya dapat menutup lapisan air sehingga sinar matahari tidak dapat masuk. Akibatnya, biota-biota perairan berpotensi mengalami kematian.

Pemerintah daerah melalui (Pergub) No 167 Tahun 2016 mengatur tentang Pengelolaan Limbah Minyak, mengharuskan badan usaha penghasil limbah minyak goreng, seperti usaha restoran, perhotelan, untuk melakukan pengolahan limbahnya.

Hal yang sama tentu dapat dilakukan di tingkat keluarga / rumah tangga, mengingat minyak goreng juga dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi setiap harinya. Yang menarik adalah limbah ini masih bisa dimanfaatkan dan juga bernilai ekonomis alias dapat menghasilkan keuntungan.

Berdasarkan publikasi Indonesia Oilseeds and Products Annual 2019  konsumsi minyak goreng rumah tangga di Indonesia mencapai 13 juta ton, menjadi yang terbesar di dunia. Sehingga besar konsumsinya, besar pula limbah minyak gorengnya atau berupa minyak jelantah. 

Beberapa kegiatan pemanfaatan minyak jelantah;

Pupuk Tambahan Untuk Tanaman, karena mengandung asam lemak jenuh yang sangat tinggi dapat membantu pertumbuhan tanaman. Sebagai “pupuk tambahan” perlu ditambahkan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos dengan tambahan pupuk anorganik, seperti urea, SP, dan KCL.

Bahan Bakar Lampu Minyak, didaerah yang sering terjadi pemadaman listrik dapat menggunakan minyak jelantah sebagai bahan bakar penerangan lampu minyak. 

Bahan tambahan pakan ternak seperti unggas. Peneliti dari Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang, Ade Rakhmadi, mencoba memanfaatkan minyak jelantah atau sisa minyak sawit sebagai salah satu bahan pakan burung puyuh. Sebelum digunakan minyak jelantah dimurnikan untuk menghindari sifat karsinogenik atau racunnya. Dilakukan tiga tahap pemurnian yakni pemisahan Gum, netralisasi, dan pemucatan. Baru setelah itu minyak jelantah bisa digunakan sebagai campuran ke dalam ransum atau pakan puyuh.

Bahan pembuat sabun cair, seorang mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro, Gregorius Rionugroho, membuat sabun cair menggunakan minyak jelantah dan abu kulit buah kapuk randu.

Dapat diolah menjadi Biodiesel, dicampur dengan jenis alkohol metanol atau juga dapat dilakukan proses reaksi transesterifikasi dengan memberikan aliran listrik (elektrolisis) ke dalam larutan minyak jelantah dengan variasi waktu tertentu sehingga dapat dihasilkan Biodiesel pengganti BBM. 

Disamping pemanfaatan limbahnya, ternyata minyak jelantah memiliki nilai ekonomi yang tidak sedikit. Pada 2019, Badan Pusat Statistik mencatat ekspor jelantah Indonesia mencapai 37,3 juta dollar AS. Nilai ekonomis jelantah terlihat dari harga beli rumah tangga seharga Rp 2.000 dapat dijual setelah difilterasi dengan nilai empat kali lipat. Menurut pantauan harga dari Greenea, pada November 2019 jelantah diperdagangkan sekitar Rp 11.200 per kilogramnya.

Menurut data perdagangan UN Comtrade dengan kode HS 151800, negara tujuan ekspor jelantah Indonesia yang bernilai besar adalah Singapura dan Belanda. Pada tahun 2018 Indonesia mengekspor jelantah ke Singapura senilai 28,8 juta dollar AS, dan senilai 22,5 juta dollar AS ke Belanda. 

Singapura membeli jelantah dari Indonesia untuk diolah menjadi produk atau dijual kembali. Data Dinas Lingkungan Nasional (NEA) Singapura menunjukkan terdapat 13 perusahaan pengepul dan pengolah jelantah di Singapura, salah satunya adalah Oil Village Singapore. Perusahaan ini bergerak di bidang daur ulang jelantah menjadi biodiesel, lilin, sabun, dan beragam komoditas lainnya. 


Sumber Aprobi Kompas tirto zerowaste merdeka

Secercah harapan melalui pemberdayaan Zakat

Setelah beberapa bulan mengalami situasi sulit pandemi, masyarakat dihadapkan pula dengan dampak yang timbulkannya. Laju perekonomian yang negatif ditandai dengan dunia usaha merugi, tingkat pengangguran meningkat, hingga jumlah orang miskin pun bertambah. 

Situasi ini memerlukan penanganan komprehensif, disamping efektivitas penerapan kebijakan negara maka salah satunya adalah peran lembaga sosial yang menghimpun dana berlebih masyarakat seperti zakat. Zakat tentunya dihimpun dari masyarakat yang masih memiliki pendapatan diatas nishob untuk zakat profesi, juga atas kekayaan dengan ketentuan waktu kepemilikan dan besaran tertentu. 

Perlu dipikirkan solusi alternatif pemecahan kesulitan ekonomi selain berhutang dengan memberdayakan potensi dari masyarakat yang masih berkecukupan untuk membantu masyarakat lainnya untuk bangkit. Zakat yang terhimpun dan dana sedekah yang tentunya mengandung keberkahan diharapkan mampu menjawab permasalahan ini.

Pentingnya sinergi di antara organisasi zakat dalam mempadukan fikih, manajemen, dan mensosialisasikan pentingnya zakat dan sedekah kepada masyarakat. Secara internal lembaga zakat pun perlunya pengelolaan dana yang baik dengan mengakomodasi prinsip-prinsip tata kelola baik (good governance). 

Hal tersebut dapat diwujudkan melalui transparansi dan akuntabilitas dalam bentuk pelaporan (reporting), pelibatan (involving) dan tanggap (responding). Sehingga diharapkan organisasi zakat dapat bekerja secara optimal, ikhlas, profesional, dan amanah.


Sumber Republika ekonomisyariah zakatsukses baznas Act

Mengambil hikmah dari para guru

Definisi Guru yang dikutip di laman wikipedia berarti seorang pengajar suatu ilmu yang memiliki semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. 

Hari guru yang diperingati setiap 25 november semoga dapat dijadikan momen evaluasi dan penggerak agar bangsa ini bisa mencapai cita-cita luhurnya. Bertebarnya ucapan selamat di setiap media sosial mengingatkan betapa jasa profesi ini luhur dan bisa menginspirasi. 

Beberapa sosok "guru" coba kita kemukakan disini;

1. Tino Sidin

Sosok yang melegenda terutama bagi generasi 1980-an, menghiasasi program televisi berupa belajar menggambar. Pada momen hari guru 25 november 2020 ini fotonya menghiasi laman google search engine. Uniknya, pak Tino mulai mendalami ilmu menggambar di Akademi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta pada tahun 1961, yang sebelumnya dilakukan dengan cara otodidak. 

Di  Kota Pelajar Yogjakarta, kariernya sebagai guru gambar melesat dan karena kepiawaiannya dalam menggambar, Pak Tino diminta mengisi acara Gemar Menggambar di TVRI Yogyakarta pada 1976 sampai 1978. Lalu 10 tahun kemudian, acara tv yang dibawakannya diambil alih TVRI pusat di Jakarta,sehingga jangkauan acara itu meluas ke banyak wilayah Indonesia.

Hal menarik saat tampil adalah dengan sikap ramah dan selalu memuji apapun hasil gambar yang dikirimkan ke studio TVRI. Kehangatan beliau memberikan dorongan dan membangkitkan minat dan gairah serta keberanian menggambar kepada mereka dengan suatu sistem dan contoh. Baginya menggambar dapat merangsang imajinasi dan kreativitas, juga bisa menjadi penyaluran emosi bagi anak-anak.

Beberapa karya beliau menjadi koleksi di Taman Pak Tino Sidin yang berlokasi di kediamannya Yogyakarta. Di lokasi ini pengunjung bisa belajar menggambar mengikuti instruksi menggambar Pak Tino Sidin yang biasa beliau bawakan di masa lalu, seolah-olah mereka sedang berinteraksi dengan Pak Tino Sidin secara langsung.


2. KH Rahmat Abdullah

Sosok yang lekat pada generasi tahun 1990an, khususnya bagi yang berkecimpung didunia kerohanian Islam. Beliau adalah murid K.H. Abdullah Syafi’i yang lahir di Jakarta pada 3 Juli 1953. Kedua orangtuanya asli Betawi, tapi ia selalu menolak memakai kata itu. Baginya Betawi berbau kolonial, maka ia lebih memilih Jayakarta. Saat usianya baru 11, bapaknya meninggal dunia

Sosoknya yang lembut namun memiliki kata-kata yang kuat akan introspeksi dalam upaya penyadaran pentingnya berdakwah. Tulisan-tulisannya, meski tak banyak, tapi tegas menyampaikan satu pokok pikiran: bahwa berbual-bual dan cakap pengetahuan tak cukup jika tidak ditopang keyakinan yang kokoh. Baginya seorang pendakwah agar tetap kuat saat diterpa ujian, diuji dengan kesusahan, penderitaan bahkan diuji oleh Allah dengan kenikmatan.

Kehidupannya diwarnai kesibukan yang luar biasa: mengajar, memberi taujih pada acara kepartaian, ceramah di sejumlah stasiun radio dan televisi, mengisi seminar keislaman di berbagai daerah dan luar negeri, melakukan lobi politik dengan berbagai kalangan, dan menulis artikel di sejumlah media cetak.



3. Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie)

Publik tanah air umumnya mengenalnya sebagai sosok Presiden Ketiga Indonesia dan sebagai Bapak Teknologi Indonesia. Meski memimpin dengan masa jabatan terpendek, dari Mei 1998 hingga Oktober 1999, BJ Habibie meletakkan dasar demokrasi yang kita jalankan saat ini. Di bawah pemerintahannya, Indonesia membuka seluas-luasnya pendirian partai politik.

Presiden pada era reformasi ini mempunyai posisi sangat strategis dalam menentukan transisi demokrasi Indonesia. Beberapa perubahan dilakukan yang membuat kondisi demokrasi Indonesia lebih solid, misalnya penghapusan undang-undang subversi, pembebasan tahanan-tahanan politik, kebebasan berbicara dan lain sebagainya.

Salah satu karya besar dari mendiang BJ Habibie adalah Teori Crack Propagation, sebagai solusi untuk mendeteksi rambatan kerusakan konstruksi pada badan pesawat. Keahliannya menghitung crack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang memunculkan julukan baginya yakni Mr. Crack.



Aplikasi Tik Tok, memang ada gunanya ?

Microsoft perusahaan yang didirikan Bill Gates dan Paul Allen itu dikabarkan tersingkir mengakuisisi operasional TikTok secara global. Pasalnya ByteDance menolak tawaran untuk pembelian operasional TikTok di AS.

Sebagai salah satu aplikasi yang banyak digemari karena memudahkan dalam berinteraksi sosial di dunia maya. Wajar bagi perusahaan besar sekelas Microsoft tertarik untuk memilikinya. Berdasarkan laporan TikTok pengguna aktif TikTok hingga Juli 2020 sudah mencapai 689,17 juta user. 

Mengutip data Sensor Tower, Rabu (15/1/2020), TikTok menjadi aplikasi non-gaming kedua yang paling banyak diunduh pada 2019, tepat di bawah WhatsApp yang jadi aplikasi terpopuler di dunia. Secara angka, pendapatan TikTok mencapai angka USD 40 juta pada Desember 2019. Hal ini membuat TikTok jadi aplikasi non gaming nomor 7 dengan pendapatan tertinggi.

Aplikasi yang awalnya sempat dianggap alay kini telah bergeser menjadi aplikasi yang dapat meningkatkan kreativitas. Aplikasi ini mudah digunakan (user friendly) dan dimanfaatkan untuk membuat musik video, lipsync, dan lain sebagainya, tergantung dari kreativitas penggunanya. Video yang dibuat biasanya berdurasi pendek dan bisa diberikan efek spesial yang unik serta menarik.

TikTok sebagai aplikasi gratis pembuat video pendek menjadi pilihan karena tidak hanya menyajikan diversifikasi konten tetapi juga memiliki fitur editing yang mumpuni. Masyarakat dapat berkreativitas dalam menyebarkan pesan-pesan berdampak sosial dan positif melalui video pendek.

Aplikasi ini juga bisa menjadi alternatif media promosi, dengan memiliki ratusan juta pengguna aktif dan konten yang mudah dishare oleh penggunanya. Sehingga dapat diakses dan menjangkau masyarakat secara luas seperti instagram maupun media sosial lainnya.


Sumber CNBC Liputan6 Kumparan