Laporan Keuangan Jasa Tanpa Debet Kredit

Laporan Keuangan perlu disusun, diantaranya untuk memudahkan mengukur kinerja usaha. Namun diperlukan pengetahuan akuntansi yang mumpuni untuk bisa membuat laporan keuangan. Pada kesempatan ini kami susun form laporan keuangan dalam bentuk aplikasi excel yang tidak memerlukan pengetahuan debet dan kredit alias minim pengetahuan akuntansi. 

Laporan keuangan tersebut dapat digunakan pada skala kecil dengan kegiatan usaha jasa. Laporan Keuangan yang dihasilkan adalah Laporan Laba Rugi, Laporan Arus kas, Laporan Perubahan Modal dan Neraca.  Anda dapat mendownloadnya DISINI atau DISANA.

Peringatan: Jangan gunakan perintah Cut dan Paste, karena mengakibatkan link rusak. Diskusi mengenai form ini bisa melalui Telegram.


Laporan Laba Rugi kami sandingkan dengan Laporan Arus Kas, sehingga dapat membandingkan bahwa jika Laba yang diperoleh harus diimbangi dengan kesehatan arus kas. Beberapa hal yang perlu ditekankan bahwa; 
  • tidak semua pendapatan  akan menghasilkan uang / kas. Karena ada pendapatan yang tidak tunai (alias diutangin)
  • pengeluaran kas berupa investasi akan lumayan besar seperti pembelian harta tetap maupun pembayaran sewa ruangan usaha / kantor. Sehingga harus bisa dibiayai dengan kas masuk dari operasional usaha (pendapatan jasa tunai). Pahitnya harus ada kas masuk dari Pendanaan berupa Pinjaman jangka panjang atau tambahan modal dari pemilik usaha.
  • Disertakan pula akun pembayaran pajak penghasilan badan, pada contoh besaran untuk UKM adalah 0.5% dari omzet / pendapatan bruto atau nominal bisa menyesuaikan dengan peraturan pajak yang terbaru. Katanya orang bijak taat pajak, tapi jangan lupa yang penting Negara juga perlu bijak mengelola dana hasil pajak.
Neraca akhir periode ini terdiri dari rincian Harta ( ada disisi kiri )seperti Kas, Piutang Usaha sedangkan disisi kanannya ada Hutang dan  Modal akhir perusahaan. Neraca akhir inilah yang akan kita pindahkan nilainya pada Neraca awal periode berikutnya (memulai lagi pembukuan baru). Pada contoh Neraca per 31 Desember 2017, nilainya akan menjadi Neraca periode awal pada 1 Januari 2018.

Selanjutnya kita bahas secara teknis menyusun laporan ini;

Pertama, input sheet AKUN dengan mengubah nama usahanya, mengubah tanggal pada periode awal dan akhirnya. Terakhir input nilai nominal Neraca awalnya dengan memindahkan data Neraca akhir periode sebelumnya. Pada formnya, nilai yang dipindahkan hanya contoh saja dan pastikan nilainya seimbang di NERACA. Jika perusahaan baru berdiri isikan semua nilainya dengan angka nol.


Kedua, catat transaksi terjadi selama periode berjalan dengan mencatat kolom tanggal, nomor bukti transaksi (kalau ada), mengisi keterangan yang diperlukan, memilih akun apa yang digunakan dan mencatat nilai nominal transaksinya. Kami sertakan contoh pengisiannya pada form untuk berbagai transaksi berikut:
  • Tanggal 01 Dec 17 setor uang untuk penambahan modal usaha Rp 10000000 no bukti KM030
  • Tanggal 01 Dec 17 dibayar cicilan bank Rp 500000 no bukti KK071-17
  • Tanggal 02 Dec 17 membayar sewa ruangan usaha Rp 24000000 no bukti KK072-17
  • Tanggal 02 Dec 17 diterima tunai order proyek jasa Rp 11000000 no bukti KM031
  • Tanggal 04 Dec 17 pembelian tunai pulsa dan data internet Rp 200000 no bukti KK073-17
  • Tanggal 05 Dec 17 diterima tunai order jasa yang telah selesai Rp 6100000 no bukti KM032
  • Tanggal 06 Dec 17 diterima tunai order jasa yang telah selesai Rp 4350000 no bukti KM033
  • Tanggal 07 Dec 17 Proyek JANGAN KORUPSI telah selesai (belum terima pembayarannya) Rp 12250000 no bukti F22-17
  • Tanggal 08 Dec 17 diterima tunai sebagian pelunasan dari Proyek JANGAN KORUPSI Rp 6900000 no bukti KM034
  • Tanggal 09 Dec 17 reimburs transportasi Rp 60000 no bukti KK074-17
  • Tanggal 10 Dec 17 beli tunai bahan material / perlengkapan Rp 50000 no bukti KK075-17
  • Tanggal 10 Dec 17 pembayaran listrik Rp 240000 no bukti KK076-17
  • Tanggal 10 Dec 17 beli bahan kerja / perlengkapan Rp 150000 no bukti KK077-17
  • Tanggal 11 Dec 17 operasional lain dan fotokopi berkas Rp 76000 no bukti KK078-17
  • Tanggal 11 Dec 17 beli atk Rp 250000 no bukti KK079-17
  • Tanggal 12 Dec 17 honor tukang Rp 3500000 no bukti KK080-17
  • Tanggal 13 Dec 17 beli motor tidak tunai merk YANGMANA Rp 22000000 no bukti FFTG215M
  • Tanggal 15 Dec 17 honor staf administrasi Rp 3100000 no bukti KK081-17
  • Tanggal 16 Dec 17 buat banner spanduk Rp 125000 no bukti KK082-17
  • Tanggal 17 Dec 17 jumat berkah, makanan siap saji yatim dhuafa Rp 220000 no bukti KK083-17
  • Tanggal 17 Dec 17 beli perkakas Rp 250000 no bukti KK084-17
  • Tanggal 18 Dec 17 beli motor bekas tunai MOBET Rp 4000000 no bukti KK085-17
  • Tanggal 18 Dec 17 beli alat servis tidak tunai Rp 1800000 no bukti KK086-17
  • Tanggal 22 Dec 17 reimburs transport Rp 115000 no bukti KK087-17
  • Tanggal 25 Dec 17 cicilan ke 38 motor PKS Rp 500000 no bukti KK088-17
  • Tanggal 30 Dec 17 cicilan 1 motor YANGMANA Rp 1000000 no bukti KK089-17
  • Tanggal 31 Dec 17 bayar pajak badan Rp 174000 no bukti KK090-17
  • Tanggal 31 Dec 17 Prive -  pengambilan tunai pemilik Rp 1000000 no bukti KK091-17
  • Tanggal 31 Dec 17 terima tunai pendapatan lain Rp 1100000 no bukti KM035
  • Tanggal 31 Dec 17 terima tunai pinjaman dari BMT Syariah Rp 2000000 no bukti KM036
Ketiga,  pindahkan nilai pada sheet jurnal harian ke sheet HARTA & SEWA. Transaksi berupa pembayaran sewa, pembelian Peralatan usaha dan Kendaraan. Catat nama itemnya, isi tanggal pembayaran beserta nilai nominalnya. Yang terpenting isi masa sewa atau Umur penyusutan harta tetapnya dalam tahunan. Secara otomatis akan menghitung beban sewanya, beban penyusutan dan akumulasi penyusutannya. Semoga tidak ada bug / cacatnya.



Share Artikel:

Related Posts

Previous
Next Post »