Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Mobil Listrik, apakah sepenuhnya ramah lingkungan ?

Upaya produksi dan memasarkan mobil listrik dengan bungkus ramah lingkungan tentunya perlu kajian kritis dan pendalaman lebih lanjut. 

Alih alih memproduksinya dengan niat memperbaiki lingkungan agar lebih go green, malah memanen kerusakan lingkungan yang juga tidak sedikit.

Beberapa permasalahan yang timbul:

* Polusi dan resiko penambangan bahan baku nikel dan cobalt

Semakin banyak bayi yang lahir dengan cacat lahir parah di wilayah Katanga, Republik Demokratik Kongo (DRC), menurut laporan Al-Jazeera (1/4) akibat penambangan Cobalt. Demikian pula limbah penambangan nikel  di Teluk Mornopo mengalir ke laut yang dapat membahayakan ekosistem.

Bagaimana bisa ada klaim kendaraan listrik bebas polusi dan ramah lingkungan di perkotaan jika sejak dari pembuatan bahan bakunya sudah mencemari lingkungan di pedesaan. Ironisnya, orang kota menikmati udara bersih tanpa polusi dengan menggunakan kendaraan listrik, sementara orang di desa menerima segala risikonya.

* Sampah batere yang dapat mencemari lingkungan dengan berbagai zat berbahaya

Sebagaimana sampah batere akibat penggunaan produk elektronik, sampah akibat penggunaan batere mobil listrik juga menambah pekerjaan dalam upaya recyclenya.


Tags: indonesiawindow  theconversation  Sorelle  Komitmeniklim


Harusnya jangan nekat Korupsi

Istilah Korupsi dapat diartikan sebagai perilaku tidak jujur, melakukan tindakan tidak bermoral dengan menyelewengkan atau menyalahgunakan barang (uang) milik instansi dan negara untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi.

Adapun berdasarkan Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, korupsi adalah tindakan setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Terjeratnya dua menteri sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi perhatian publik dalam kasus dugaan korupsi. Edhy terjerat kasus suap benih lobster, sedangkan Juliari terlibat korupsi dana bantuan sosial Covid-19.

Kasus ini menambah daftar korupsi di negara Indonesia yang secara indeks persepsi korupsi belum menunjukkan tanda tanda membaik. Bahkan, KPK ataupun aktor Pemerintah lainnya berwacana untuk menjatuhkan hukuman mati sebagai solusi atas pemberantasan korupsi.

Padahal dampak perbuatan korupsi, banyak merugikan keuangan negara, menghancurkan perekonomian negara, menghambat pembangunan nasional, serta menjauhkan tujuan negara untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat.

Beberapa negara lain membuat kebijakan untuk menekan angka korupsi, membuat efek jera dan juga sebagai upaya preventif. Korea Selatan, bagi yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi akan dihukum berat dan dikucilkan, bahkan oleh keluarganya sendiri. 

Di Jerman, koruptor akan dihukum seumur hidup dan diminta untuk mengembalikan seluruh harta hasil korupsi. Di Negeri Paman Sam, pelaku akan dipenjara minimal 5 tahun dan dijatuhi denda. Bahkan untuk kasus berat, koruptor bisa saja diusir dari negara itu.

Sedangkan hukuman bagi para koruptor di Arab Saudi dilakukan sesuai dengan hukum Islam, yakni pancung. Meskipun dinilai kurang manusiawi, tapi hukuman ini terbukti memberikan efek jera kepada para pejabat setempat.

Malaysia mulai mempunyai undang-undang tentang korupsi sejak 1961, yang diberi nama Prevention of Corruption Act. Pada 1997, berlaku pula Anti Corruption Act, yang makin menguatkan hukum untuk para koruptor. Jika pejabat di negara ini terbukti korupsi, maka hukumannya adalah hukum gantung.

Namun demikian menurut The Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) hukuman mati tidak efektif, selama wacana hukuman mati di Indonesia lebih cenderung digunakan sebagai narasi populis, seolah-olah negara telah bekerja efektif dalam menanggulangi kejahatan, termasuk korupsi. ICJR merekomendasikan agar fokus pada visi pemberantasan korupsi dengan memperbaiki sistem pengawasan pada kerja-kerja pemerintahan.

Pendidikan diharapkan dapat mengambil peran meminimalisir korupsi sejak dini. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI)  Komjen Drs Firli Bahuri MSi menegaskan pentingnya  pendekatan pendidikan masyarakat yakni mencerdaskan kehidupan bangsa melalui Pendidikan Anti Korupsi (PAK). 

Terdapat tiga area pendidikan masyarakat,  mulai dari pendidikan TK, SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi. Kedua, klaster penyelenggara negara, calon penyelenggara negara, para politisi, dan partai politik (parpol). Ketiga yakni klaster badan usaha, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maupun badan usaha swasta.  

Bahkan memungkinkan pendidikan karakter dan dibuat kurikulum sendiri tentang pendidikan antikorupsi berjalan secara progresif. Tak cuma itu, penyadaran anti korupsi juga bisa dilakukan sejak dini, meminimalisir bibit-bibit korupsi seperti hal-hal kecil saja, menyontek, plagiarisme, jajan tapi tak membayar, ingin memperoleh nilai akademik baik secara instan, tidak peduli dengan proses dan berbohong.

Kampanye Anti Korupsi juga bisa dilakukan dengan cara kekinian atau gaya milenial. Beragam cara bisa dilakukan untuk menghalau dan mencegah praktik kelam ini. Intinya itu dengan cara atau gaya ngepop, easy going juga terpenting menggembirakan anak muda. Misalnya kompetisi bertema pencegahan dan pemberantasan korupsi lewat lomba komik, meme, karikatur, menulis, debat, konser virtual, desain, vlog, film pendek, dll.

Harapannya berbagai format-format preventif dan tindakan dapat menghasilkan solusi dan berbagai kebijakan pemberantasan korupsi di Indonesia. Semua dilakukan dengan kesungguhan dan konsisten sebagai upaya merawat Indonesia dalam mencapai tujuan luhurnya.


Tags BPKP Liputan6 ICJR Merdeka Kompas Unnes Kumparan


Nasib bangsa penggemar tempe

Salah satu pendiri bangsa ini pernah berujar "Kami menggoyangkan langit, menggemparkan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2,5 sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita," .

Pernyataan yang menggugah tentunya, agar bangsa ini harus bersungguh sungguh untuk meraih cita-cita luhurnya, siap berdikari dan tidak mudah diinjak injak bangsa lain. Beliau juga menyatakan bahwa kemerdekaan bukanlah tujuan akhir, ia hanyalah jembatan emas untuk mencapai kemakmuran seluruh rakyatnya.

Penjajahan yang telah dialami ratusan tahun seharusnya menjadi pengalaman pahit, diinjak-dinjak bangsa lain seperti pembuatan tempe bahkan dirampas hak kemerdekaan asasinya.

Masa pun berganti seiring bergantinya kepemimpinan negara, berganti pula generasi yang berbeda, berganti teknologi dan hiruk pikuknya dunia nyata bahkan ditambah interaksi di dunia maya. 

Mungkin ada beberapa persamaan yang tidak banyak berubah seiring perubahan waktu diantaranya yaitu mengkonsumsi tempe. Menurut sejarawan Dr. Onghokham masyarakat Jawa pada era tanam paksa penjajahan Belanda di abad ke-19, terpaksa mengonsumsi tempe yang tidak sengaja mereka temukan sebagai penyelamat kesehatan penduduk.

Hingga kini Tempe menjadi makanan yang sangat digemari dengan bahan bakunya adalah kedelai. Celakanya, kegemaran ini bisa saja terusik, pasalnya bahan baku kedelai ternyata masih tergantung impor. 

Data laporan Badan Pusat Statistik (BPS) impor kedelai Indonesia mencapai 2.670.086 ton pada tahun 2019, naik 84.277 ton dari tahun 2018 sebanyak 2.585.809 ton. Sepanjang semester-I 2020 mencapai 1,27 juta ton atau senilai 510,2 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,24 triliun (kurs Rp 14.200).

Naiknya harga kedelai sebagai bahan baku tentunya akan sangat berdampak pada harga tempe itu sendiri. Kenaikan yang diakibatkan oleh perdagangan kedelai dengan sistem perdagangan bebas di dunia. Ironis memang, untuk menikmati tempe ternyata bangsa ini bergantung dengan bangsa lain.

Tampaknya bangsa ini perlu membuktikan kemampuan berdikarinya, salah satunya dimulai dari Tempe sebagai makanan kegemarannya. Dengan potensi sumber daya alam berupa lahan yang melimpah, diperlukan juga penelitian atas benih yang unggul, mekanisme usaha tani kedelai yang memadai sehingga diharapkan produktivitas kedelai bisa meningkat.


Tags: Kompas merdeka Detik wartaekonomi

Beberapa tips jika terpaksa membeli Laptop Bekas

Saat masih berlaku PSBB transisi dan aktivitas harian menjadi minim diluar rumah, maka salah satu pilihannya beraktivitas di dunia maya dan pembelajaran daring. Piranti elektronik berupa laptop menjadi andalan selain gadget dan PC. 

Alternatif membeli laptop bekas perlu dipersiapkan karena menyesuaikan anggaran keluarga dan isi kantong. Hal lain yang perlu menjadi pertimbangan adalah harga laptop baru saat ini di pasaran yang merangkak naik, diduga stok menurun karena produksi dan juga permintaan barang naik.

Pengetahuan yang cukup atas kondisi laptop bekas yang akan kita beli juga bisa menjadi peluang untuk menegosiasikan harganya.

Beberapa tips membeli laptop bekas

1. Pilih spesifikasi laptop, sesuaikan kebutuhan penggunanya

Spesifikasi laptop dapat mempengaruhi harganya, penting menyesuaikan dengan kebutuhan. Apakah digunakan untuk desain grafis, animasi, game, streaming multimedia dan video atau sekadar aplikasi pengetikan.

Jika banyak laptop bekas yang murah dijual di pasaran, belum tentu cocok dengan kebutuhan pengguna desain grafis. Demikian pula laptop bekas yang mahalpun belum tentu cocok bagi pengguna yang hanya memerlukan aplikasi pengetikan saja.

Disamping itu cek kesesuaian hardware dengan iklan penawarannya melalui software bawaan windows yaitu dxdiag atau control panel systemnya atau bisa juga dengan aplikasi lain seperti CPU-Z. Beberapa piranti keras yang penting seperti; Chip processor, memory (RAM), kartu grafis (VGA), kapasitas dan jenis penyimpanan HDD atau SSD. 

Sebagai contoh untuk processor saja bisa bervariasi dan berbeda, untuk satu jenis processor intel pentium i3, ada perbedaan generasinya, tipe dan clocknya yang mempengaruhi harga dan kinerjanya.

2. Cek kondisi fisik

Pengecekan fisik adalah yang paling mudah karena kasat mata. Teliti semua bagian layar dan LCD, baik ketika dinyalakan ataupun saat dimatikan. Periksa apakah terdapat bintik-bintik atau warna yang berbeda di setiap sudut layar atau bintik memudar pada layar dengan mengubah wallpaper-nya.

Pastikan kesehatan bodinya, apakah terdapat retakan yang mungkin karena terjatuh atau sekedar lecet saja. Laptop bekas yang pernah terjatuh tidak menutup kemungkinan komponennya pun mengalami sedikit kerusakan.

3. Cek keandalan piranti pendukung

Kinerja piranti pendukung seperti input keyboard perlu di cek tutsnya masing-masing dengan mencoba mengetikannya pada aplikasi word, lalu tombol fungsi (fn) pada keyboard juga perlu di cek apakah masih bisa digunakan untuk shortcut tertentu seperti memperbesar mengecilkan suara, mengatur cahaya layar, menonaktifkan jaringan.

Mouse pada laptop juga dicek apakah masih bisa digunakan. Speaker, tombol dan soket untuk menyambungkan kabel atau piranti lain apakah juga masih bisa digunakan. Piranti jaringan seperti LAN, wireless LAN dan bluetooth juga apakah tersedia.

4. Daya dan kesehatan baterai

Periksa kelengkapan adaptor apakah masih bisa mensuplai arus dan ketahanan waktu penggunaan baterai. Pastikan adaptor mampu mencas baterai.

5. Garansi

Terkadang kita dapati penjual yang memiliki layanan purna jual baik dengan memberikan garansi personal untuk waktu tertentu. Tentunya ini kita bisa manfaatkan untuk mengetahui kondisi sebenarnya laptop yang kita beli. 

Pastikan kita juga memanfaatkannya dengan meminimalisir kesalahan pengguna seperti tertuang air atau korsleting arus listrik dirumah.


Sumber Bukalapak  Tirto  Makinrajin

Negara Prancis dan serangan Islamophobia

Negara Prancis melalui kebijakan pemimpinnya seolah memelihara polemik sehubungan dengan nilai yang dianut agama Islam. Pada tahun 2015 silam surat kabar satir Charlie Hebdo dengan mengatasnamakan kebebasan menerbitkan kartun dan mencetak banyak gambar yang menghina Nabi Muhammad.

Majalah tersebut memprovokasi dan melukai umat Islam, karena menggambar Nabi dianggap menghujat dan dilarang dalam Alquran. Gambar tersebut merupakan karikatur yang pertama kali diterbitkan harian Denmark Jyllands-Posten pada 2005 dan beberapa kali dicetak ulang pada sampul Charlie Hebdo tahun 2006 kemudian tahun 2015.

Tahun 2020 ini kembali terjadi peristiwa tragis, pada 6 Oktober lalu terjadi pembunuhan guru sejarah dan geografi di sebuah sekolah pinggiran di kota Paris, Samuel Paty (47), setelah menunjukkan karikatur tokoh Nabi Muhammad SAW di dalam kelas.

Pernyataan presiden Prancis Macron juga membuat panas situasi, ia berujar sang guru "dibunuh karena kaum Islamis menginginkan masa depan kita". Ia juga sempat berujar bahwa "Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia".

Sekjen Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini, sangat menyayangkan pernyataan dan sikap Presiden Emmanual Macron yang menyatakan bahwa Islam merupakan agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia, pernyataan Macron bisa menggelorakan Islamophobia atau ketakutan kepada agama Islam. Selain itu pernyataan tersebut bisa berdampak pada perdamaian dunia.

MUI menilai bahwa Macron secara tak langsung telah mendukung gerakan Islamphobia. Pernyataan Macron tentang Islam dan umat Islam sebagai main trigger di banyak kasus kekerasan di dunia, terutama jika umat islam mayoritas. Ini sangat berbahaya seakan menyamakan Islam agama kekerasan dan intoleran.

Prancis pun memanen atas tindak tanduk pemimpinnya, tak ayal Prancis seperti menjadi 'musuh bersama' bagi negara-negara berpenduduk Muslim. Prancis mendapatkan boikot dari negara-negara mayoritas Muslim. Salah satunya terjadi boikot produk Prancis di Yordania, Qatar, Kuwait, dan Turki



Sumber newsdetik cnbc Republika Tribunnews ihram