Kiprah Mualaf yang menginspirasi berlomba dalam kebaikan

Mualaf yang berarti seseorang yang baru masuk agama Islam atas pilihannya sendiri, setelah mengalami pergulatan batin yang luar biasa untuk menerima dan meyakini kebenaran baru. Sebagaimana inti didalam ajaran Islam dinyatakan bahwa nabi dan rasul mendakwahkan ketauhidan, yakni untuk membawa semua manusia di bumi hanya menyembah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Seolah mengajar ketertinggalan amalan kebaikan dibandingkan dengan saudara sesama muslim yang telah memeluk Islam sejak lahir, kiprah para Muallaf ini mengagumkan dan menginspirasi. Rasanya bagi yang memeluk agama Islam sejak lahir harus segera berbenah diri untuk turut berpartisipasi dalam perlombaan kebaikan ini.

Mieko Kobayashi, bersama suaminya adalah mualaf dari Jepang, yang mengenal Islam dari Indonesia. Pada saat berdinas di Indonesia, Masayuki suaminya tiba-tiba mengidap sakit keras. Ketika hilang harapan untuk hidup, para muslim di Indonesia-lah yang membangkitkan semangat hidupnya. Dari situlah, pasangan ini tertarik belajar tentang Islam.


Ketika kembali ke tanah kelahirannya, mereka mengucap dua kalimat syahadat. Sebelum menjadi muslim, Masayuki tidak pernah beragama. Baginya, agama hanya sebuah budaya. 

Pasangan ini menawarkan produk kecantikan halal bagi para muslimah di Jepang dengan label Momohime. Bahan-bahan nonhalal yang lazim digunakan untuk kosmetika, seperti kandungan babi, alkohol, dan pewarna, benar-benar tidak digunakan. Momohime diproduksi di Prefecture Chiba. Salah satu area perindustrian yang ada di Jepang. Jaraknya sekitar 50 kilometer dari Tokyo. Di sinilah, produk kecantikan halal ini diproduksi setiap harinya.

Steven Indra Wibowo, pendiri sekaligus ketua Mualaf Center Indonesia. Seorang mualaf yang menjual hampir seluruh hartanya untuk membantu menangani dampak pandemi wabah corona atau Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia. Tak tanggung-tanggung, dia menyumbangkan uang hingga Rp 13 miliar karena baginya harta hanya titipan Allah SWT.

Koh Steven juga menggagas program yang diberi nama Ketahanan dan Kecakapan Pangan. Ia membeli sawah ribuan hektare di berbagai daerah di Indonesia. Tujuannya, supaya ia bisa memanen padi untuk mempersiapkan ketahanan pangan selama pandemi Corona Covid-19 berlangsung.


Steven Indra Wibowo mengenal Islam karena sebuah alasan yang begitu sederhana. Beliau mengatakan bahwa pengalaman saat memutuskan menjadi muallaf adalah karena rasa ingin tahu. “Ya awalnya iseng. Iseng pengetahuan tentang Islam, sampai akhirnya saya jatuh cinta setelah tahu lebih banyak tentang Islam.

Ayana Jihye Moon adalah salah satu selebgram cantik asal Korea Selatan. Dirinya mantap memeluk agama Islam dan menyatakan bahwa banyak perubahan positif yang dia rasakan sejak memeluk agama Islam. Salah satunya, Ayana jadi lebih pandai bersyukur.

Saat awal keputusannya memeluk agama Islam, ia tidak didukung orang tuanya. Semangatnya dalam memahami Islam juga tidak terpenuhi di Korea Selatan, sehingga berhijrah ke negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, yakni Malaysia. Ayana bahkan bekerja paruh waktu di restoran sampai menjadi tutor untuk mengumpulkan uang.


Meskipun sedang mengalami kesulitan, Ayana tak ingin orang tuanya tahu. Saat itulah Alquran membuat hatinya teduh. Ayana menemukan satu ayat berbunyi, “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS al-Insyirah: 6). Walaupun belum mengerti makna ayat tersebut. Namun, dia berusaha menerima keadaan dan terus optimistis.


Sumber Riauonline detik republika liputan6

Share Artikel:

Related Posts

Previous
Next Post »